Mediasi Gagal, Nasib NewJeans dan Ador Kini Ditentukan Pengadilan Seoul


 

  

Dunia K-Pop kembali diguncang dengan kabar terbaru mengenai NewJeans, salah satu girl group terpopuler saat ini. Mediasi antara NewJeans dan agensinya, Ador, resmi dinyatakan gagal. Hal ini membuat masa depan grup tersebut kini berada di tangan pengadilan yang akan memberikan keputusan final pada akhir Oktober mendatang.

 

Jalannya Mediasi yang Berujung Buntu

Pada hari Kamis, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menggelar sesi mediasi tertutup kedua terkait gugatan Ador. Gugatan tersebut menuntut kepastian hukum mengenai keabsahan kontrak eksklusif antara agensi dengan NewJeans. Namun, pertemuan yang hanya berlangsung sekitar 20 menit itu berakhir tanpa kesepakatan apa pun.

Berbeda dengan pertemuan pertama pada 14 Agustus lalu, yang dihadiri oleh dua anggota yaitu Danielle dan Minji, kali ini tidak ada satupun personel NewJeans yang hadir. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa hubungan antara grup dan agensi semakin sulit diperbaiki.

Dengan kegagalan dua kali mediasi, pengadilan menegaskan akan menjatuhkan vonis pada 30 Oktober 2025. Keputusan ini akan menentukan apakah NewJeans harus tetap berkarier di bawah naungan Ador, atau apakah mereka memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengakhiri kontrak.

 

Awal Mula Konflik

Perselisihan antara NewJeans dan Ador sejatinya bukanlah hal baru. Pada November tahun lalu, pihak NewJeans secara terbuka menyatakan bahwa kontrak eksklusif mereka dengan Ador dianggap batal. Mereka menuduh agensi melakukan pelanggaran kewajiban dan mencoba melanjutkan aktivitas secara independen tanpa persetujuan label.

Ador menanggapi langkah tersebut dengan tegas. Agensi melayangkan gugatan hukum dan menegaskan kontrak masih berlaku. Bahkan, pengadilan sempat mengeluarkan putusan sementara (injunction) yang melarang para anggota NewJeans bekerja di luar Ador tanpa izin resmi.

 

Argumen dari Pihak Ador

Ador dalam pembelaannya menekankan bahwa kontrak dengan NewJeans masih sah dan tidak ada alasan hukum untuk pemutusan. Pihak agensi juga mengingatkan bahwa perusahaan induk mereka, Hybe, telah menanamkan investasi besar mencapai 21 miliar won atau sekitar 15,1 juta dolar AS demi perkembangan karier grup tersebut.

Menurut Ador, kontrak eksklusif dibangun atas dasar kepercayaan. Mereka mengklaim telah memberikan kesempatan besar, dukungan penuh, serta pembayaran finansial yang sesuai. Oleh karena itu, tuduhan bahwa kepercayaan antara agensi dan artis telah runtuh dianggap tidak berdasar.

 

Pandangan dari Pihak NewJeans

Di sisi lain, NewJeans merasa kondisi internal agensi telah berubah drastis. Pemecatan Min Hee-jin, mantan CEO Ador sekaligus otak kreatif di balik kesuksesan global NewJeans, dianggap sebagai titik balik. Posisi manajemen Ador kemudian digantikan oleh eksekutif Hybe, sehingga menurut NewJeans, agensi yang mereka sepakati di awal kontrak sudah berbeda dari kondisi saat ini.

Grup yang beranggotakan Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein itu menilai hilangnya sosok Min Hee-jin serta perubahan manajemen membuat mereka kehilangan kepercayaan penuh pada Ador. Setelah hampir 18 bulan menghadapi sengketa hukum, mereka beranggapan bahwa kembali bekerja di bawah naungan Ador sudah tidak memungkinkan lagi.

 

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Kasus ini kini menjadi sorotan besar, tidak hanya bagi penggemar NewJeans, tetapi juga bagi industri hiburan Korea Selatan secara keseluruhan. Keputusan pengadilan pada 30 Oktober nanti akan menjadi penentu: apakah NewJeans tetap terikat kontrak dengan Ador, atau mereka bebas melanjutkan karier dengan jalan baru.

Apapun hasilnya, kasus ini memberikan gambaran nyata tentang kompleksitas hubungan antara artis K-Pop dengan agensi. Isu mengenai kepercayaan, kontrak eksklusif, serta investasi finansial besar akan menjadi pertimbangan utama majelis hakim.